Cara Memelihara Ular Python Reticulatus Sebagai hewan Peliharaan

Phyton Reticulatus
Phyton Reticulatus

Dikenal oleh kalangan pecinta ular dengan sebutan ular python retic. Ular ini memiliki nama latin Python Reticulatus, berhabitat di hutan hujan tropis di berbagai Negara termasuk Indonesia. Jenis ular ini sangat digemari oleh para pecinta ular baik yang sudah pengalaman ataupun pemula. Alasan pemilihan ular jenis ini antara lain : warnanya yang exotic, tampilannya yang garang, perawatan yang mudah, relative jinak, dan mempunyai daya hidup yang lebih lama dibandingkan jenis ular lainnya.

Disini penulis mencoba untuk berbagi sedikit informasi tentang cara-cara pemilihan ular python retic sabagai hewan peliharaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Tingkat keagresifan

Tingkat keagresifan ular sangatlah penting untuk diperhatikan. Hendaknya pilihlah ular yang jinak tetapi masih memiliki insting liarnya. Insting liar disini diperlukan oleh ular untuk menangkap mangsanya karena kita pastinya akan memberikan makanan yang masih hidup semisal tikus putih. Percuma saja kita memelihara ular tetapi tidak dapat memangsa mangsanya hidup-hidup. Tingkat keagresifan ini sangat berhubungan langsung dengan nafsu makan ular tersebut.

2. Kondisi mata dan mulut

Kondisi mata yang sehat terlihat jernih dan terang tanpa adanya leleran-leleran cairan yang keluar dari mata. Kondisi mulut yang sehat tidak ditemukan luka-luka seperti sariawan pada gusinya, dan gusi yang normal berwarna pink.

3. Kulit dan kondisi tubuh

Ular yang sehat memiliki kulit yang lentur, kulit yang lentur mengindikasikan konsistensi (turgor) kulit yang baik dengan otot pada tubuh teraba penuh. Kulit yang bersih dan mengkilat juga dapat dijadikan ukuran sehatnya ular tersebut. Kulit ular yang tidak sehat cenderung kering, kulit melipat, sisik mengelupas, dan adanya benjolan-benjolan di bawah kulit. Pemeriksaan parasit pada kulit ular juga perlu dilakukan, biasanya parasit ditemukan di sela-sela sisik.

4. Pemilihan jenis kelamin (sexing)

Sexing ular dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu visual, poping, dan probing. Sexing visual dilakukan dengan melihat ukuran ekor. Ular jantan memiliki ekor yang relatif lebih panjang dengan pangkal ekor besar. Sedangkan betina memiliki ekor yang relatif lebih pendek dengan pangkal ekor yang lebih kurus. Ular jantan memiliki tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan betina dan ular jantan terkesan lebih agresif dibandingkan ular betina.

Cara poping, dengan cara menekuk pangkal ekor dekat kloaka, disertai dengan penekanan kantung hemipenis dari arah ekor ke arah depan. Jika jantan akan terlihat hemipenisnya, jika betina tidak terlihat hemipenisnya.

Cara probing, dilakukan dengan alat probe. Alat probe yang sudah dilumasi dimasukan ke dalam kloaka sejajar tubuh dari arah ekor ke arah depan. Pada jantan alat probe  masuk 10-12 baris sisik, sedangkan pada betina masuk 2-3 baris sisik.

Dengan pemilihan ular yang tepat akan mendapatkan ular yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita dan akan jauh dari kata mengecewakan. Kepuasan batinlah yang akan kita dapatkan. Apa yang penulis ceritakan di atas hanyalah sedikit informasi yang penulis miliki, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pecinta ular, khususnya pecinta ular pemula.

Selamat mencoba…..

About khosy
intersting about pets

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: